Polinela | Politeknik Negeri Lampung - Politeknik Negeri Lampung

Sabtu, 24 Oktober 2015

Variabel, Konstanta dan Seleksi kondisi

1.      VARIABEL
Variabel adalah suatu pengenal (identifier) yang digunakan untuk mewakili suatu
nilai tertentu di dalam proses program. Berbeda dengan konstanta yang nilainya selalu
tetap, nilai dari suatu variable bisa diubah-ubah sesuai kebutuhan. Untuk memperoleh
nilai dari suatu variable digunakan pernyataan penugasan (assignment statement), yang
mempunyai sintaks sebagai berikut :
variable = ekspresi ;
Nama dari suatu variable dapat ditentukan sendiri oleh pemrogram dengan aturan sebagai
berikut :
1. Terdiri dari gabungan huruf dan angka dengan karakter pertama harus berupa
huruf. Bahasa C ++ bersifat case-sensitive artinya huruf besar dan kecil dianggap
berbeda. Jadi antara nim, NIM dan Nim dianggap berbeda.
2. Tidak boleh mengandung spasi.
3. Tidak boleh mengandung symbol-simbol khusus, kecuali garis bawah
(underscore). Yang termasuk symbol khusus yang tidak diperbolehkan antara lain
: $, ?, %, #, !, &, *, (, ), -, +, =dsb.
4. Panjangnya bebas, tetapi hanya 32 karakter pertama yang terpakai.
Contoh penamaan variabel yang benar :
NIM, a, x, nama_mhs, f3098, f4, nilai, budi, dsb.
Contoh penamaan variable yang salah :
%nilai_mahasiswa, 80mahasiswa, rata-rata, ada spasi, penting!, dsb.

2.      KONSTANTA
Konstanta adalah tempat untuk menampung data yang nilainya selalu tetap dan tidak pernah berubah. Konstanta merupakan variabel yang nilai datanya bersifat tetap dan tidak bisa diubah. Jadi konstanta adalah juga variabel, dan bedanya adalah pada nilai yang disimpannya. Jika nilai datanya sepanjang program berjalan tidak berubah-ubah, maka sebuah varibel lebih baik diperlakukan sebagai konstanta. Pada sebuah kode program, biasanya nilai data dari konstanta diberikan langsung di bagian deklarasi konstanta. Sedangkan untuk variabel, biasanya hanya ditentukan nama variabel dan tipe datanya tanpa isian nilai data. Aturan penamaan variabel juga berlaku untuk penamaan konstanta. Demikian juga aturan penetapan tipe data.Sebagai contoh, jika kita membuat program perhitungan matematik yang menggunakan nilai pi (3.14159) yang mungkin akan muncul dibanyak tempat pada kode program, kita dapat membuat pi sebagai konstanta. Penggunaan konstanta pi akan lebih memudahkan penulisan kode program dibanding harus mengetikkan nilai 3.14159 berulang-ulang.

3.      SELEKSI KONDISI
Seleksi kondisi adalah proses penentuan langkah berikutnya berdasarkan proses yang terjadi sebelumnya. Seleksi kondisi ini sangat penting dalam pemrograman sebab dengan adanya seleksi kondisi, program dapat menentukan proses apa yang harus dilakukan selanjutnya berdasarkan keadaan sebelumnya. Sehingga nampak seolaholah program dapat berpikir dan mengambil keputusan. Disinilah letak kekurangan komputer yaitu tidak mampu berpikir sendiri, semua hal yang dilakukan adalah berdasarkan perintah.
Dalam Pascal ada tiga macam perintah seleksi kondisi, yaitu statement
if…then, if…then…else dan case…of. Seleksi kondisi dengan if…then
digunakan untuk mengambil satu keputusan diantara dua pilihan sedang seleksi kondisi dengan
if…then…else dan case…of
digunakan untuk mengambil satu keputusan diantara banyak pilihan.





Untuk lebih memahami tentang seleksi kondisi, perhatikan contoh program di
bawah ini :
program Iterasi2;
var
Nilai : string;
begin
Writeln(‘Latihan Pascal 1: Perulangan dan Seleksi Kondisi’);
Writeln(‘————————————————‘);
Writeln(‘Nama : ____________________’);
Writeln(‘NIM : __________’);
Writeln;
Write(‘Masukkan nilai mata kuliah DKP Anda (huruf) : ‘);
Readln(Nilai);
if Length(Nilai) > 2 then
Writeln(‘Nilai tidak mungkin lebih dari dua karakter !’);
else
tentunya diikuti pula dengan beberapa perubahan yang lain sehingga program tetap dapat dijalankan.






https://fardiansyah7fold.wordpress.com/perulangan-dan-seleksi-kondisi/

http://ronirosandi.blogspot.co.id/2012/02/variabel-tipe-data.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar